Lewati ke konten
PT Insan Cendekia Mandiri Group
BA-SURAU: Manifestasi Sains Kultural Organik Membentuk Kepribadian Para Pandeka
Sastra

BA-SURAU: Manifestasi Sains Kultural Organik Membentuk Kepribadian Para Pandeka

oleh Buya Zuari Abdullah

Rp72.000

Rp80.000

Hemat 10%
Status
Stok tersedia
Kode
#1788163539
Tanya via WhatsApp

Deskripsi Buku

Judul:

BA-SURAU: Manifestasi Sains Kultural Organik Membentuk Kepribadian Para Pandeka

Penulis :

Buya Zuari Abdullah

Sinopsis:

Ba-Surau: Manifestasi Sains Kultural Organik Membentuk Kepribadian Para Pandeka mengajak pembaca menyelami kembali surau sebagai ruang hidup tempat pengetahuan, adat, spiritualitas, silek, dan pembentukan karakter berpadu. Buku ini memperkenalkan gagasan Sains Kultural Organik, yaitu cara membaca kearifan Minangkabau melalui keselarasan antara alam, tubuh, kesadaran, tata ruang, dan kehidupan sosial. Pembahasan bergerak dari pendidikan surau menuju konsep Alam Takambang Jadi Guru, Raso jo Pareso, serta pembentukan kepribadian Pandeka sebagai manusia yang mampu menyelaraskan raga, akal, rasa, dan etika.

Keunggulan buku ini terletak pada keberaniannya mempertemukan khazanah budaya Minangkabau dengan bahasa sains, geometri, topologi, biomekanika, dan kesadaran ekologis. Konsep Geometri 3-4-9 menjadi salah satu gagasan penting yang digunakan untuk membaca keterhubungan antara kesadaran, struktur kehidupan, dan keutuhan ekosistem. Buku ini juga menghadirkan Surau dan Masjid Tuo Kayu Jao bukan sekadar sebagai peninggalan budaya, tetapi sebagai ruang pengetahuan dan representasi arsitektur yang menyimpan nilai filosofis, sosial, dan ekologis.

Buku ini adalah ajakan untuk melihat kembali kekayaan pengetahuan leluhur dengan cara pandang yang segar dan lintas disiplin. Di tengah perubahan zaman, Ba-Surau menawarkan refleksi tentang bagaimana nilai surau, silek, adat, dan kearifan alam dapat menjadi sumber pembentukan manusia berkarakter sekaligus inspirasi bagi tata kehidupan yang lebih seimbang dan berkelanjutan. Sebuah bacaan penting bagi pemerhati budaya, pendidik, akademisi, praktisi kebudayaan, generasi muda, dan siapa pun yang ingin menemukan kembali ruh Minangkabau serta memahami bahwa warisan budaya dapat terus hidup, dibaca, dan dimaknai dalam konteks masa kini.

Buku terkait