Lewati ke konten
PT Insan Cendekia Mandiri Group
Di Balik Kabut Tersimpan Cerita
Fiksi Populer

Di Balik Kabut Tersimpan Cerita

oleh Herlina

Rp63.000

Rp70.000

Hemat 10%
Status
Stok tersedia
Kode
#1790830651
Tanya via WhatsApp

Deskripsi Buku

Judul:

Di Balik Kabut, Tersimpan Cerita

Penulis  :

Herlina

Sinopsis:

Menjelang Magrib, Anton melewati jalan setapak di Bukik Runciang dengan memikul kayu bakar. Kabut perlahan turun, suara hutan mendadak menghilang, dan suasana yang biasanya akrab berubah menjadi sunyi yang ganjil.
Di tengah kabut, Anton melihat seorang lelaki tua berjalan di depannya. Berkopiah lebar, bersarung, dan memikul kayu bakar yang sangat besar, lelaki itu tampak seperti orang biasa. Anton pun mengikutinya untuk menemukan jalan pulang.
Namun, ada sesuatu yang membuat bulu kuduk Anton merinding. Tidak terdengar sedikit pun suara langkah lelaki itu.
Ketika Anton memberanikan diri melihat ke bawah, jantungnya seakan berhenti berdetak. Kaki lelaki tua itu tidak menyentuh tanah. Sosok misterius tersebut ternyata adalah Cindaku, penghuni tak kasatmata Bukik Runciang yang selama ini hanya dikenal melalui cerita para tetua nagari.
Saat ketakutan mencapai puncaknya, azan Magrib terdengar dari surau. Aneh bin ajaib, sosok Cindaku itu berhenti, menoleh kepada Anton dengan tatapan yang justru damai, lalu perlahan menghilang bersama kabut.
Apa sebenarnya yang terjadi di Bukik Runciang? Apakah Cindaku benar-benar makhluk yang harus ditakuti?
Melalui penjelasan sang kakek, Anton akhirnya memahami sebuah pesan yang jauh lebih dalam. Hutan bukan sekadar tempat mengambil hasil alam, melainkan rumah bagi berbagai kehidupan yang harus dihormati. Manusia hanyalah bagian kecil dari alam dan memiliki kewajiban untuk menjaganya dengan adab, kesederhanaan, dan rasa hormat.
“Jejak yang Tak Menyentuh Bumi” bukan hanya kisah tentang pertemuan dengan makhluk gaib, tetapi juga sebuah dongeng tentang keberanian, penghormatan terhadap alam, dan kearifan leluhur yang mengajarkan bahwa manusia tidak hidup sendirian di dunia ini.
Sebuah kisah misterius dari Bukik Runciang yang mengajak kita bertanya: mungkinkah sesuatu yang tak terlihat justru sedang mengajarkan manusia cara menghormati alam?

Buku terkait

Terima Kasih Malu-Malu -10%

Terima Kasih Malu-Malu

Darwis, Synopsis :, Memberikan kepercayaan pada orang lain itu memang butuh kesabaran. Apalagi jika itu kepada orang yang masih terbilang baru. Akan selalu muncul masalah baru yang mengusik kepercayaan kita pada orang lain., Demikian segelintir kisah...

Rp80.000

Rp72.000