Lewati ke konten
PT Insan Cendekia Mandiri Group
INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Pendidikan

INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

oleh INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, Penulis:, Yudittira Makalalag, Prof. Dr. Lian G. Otaya, S.E., M.Pd.,  Astin I. Bau, Helmita Harun, Audyarsa R. Alam, Sri Wanda Pasi, Amirudin, Moh. Novriyanto Abdul, Rahman Pomu, Sunarti Manika, Rindiyani...

Rp81.000

Rp90.000

Hemat 10%
Status
Stok tersedia
Kode
#1788761795
Tanya via WhatsApp

Deskripsi Buku

PENULIS:

INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Penulis:

Yudittira Makalalag, Prof. Dr. Lian G. Otaya, S.E., M.Pd.,  Astin I. Bau, Helmita Harun, Audyarsa R. Alam, Sri Wanda Pasi, Amirudin, Moh. Novriyanto Abdul, Rahman Pomu, Sunarti Manika, Rindiyani S. Hulamahe, Khairunnisa Dihuma, Indira Lomban, Muhammad Chairullah Tamiran, Pramudya Arista Kewas, Abdul Hafidz Patilima, Khamsun Hidayat, Fajrin Lasoma, Amelia Eka Saputri, Moh. Arif Rianto Kai, Elanda Moha, Riwan Daola, Moh. Alfathir R. Sondakh, Fatimah Alzahrah Kaluku 

Editor  :

Dr. Nur Wahidah Thayib Pido, M.Pd.
Rinaldi Datunsolang, M.Pd. 

Sinopsis:

Buku ini menawarkan perspektif yang beragam namun saling melengkapi tentang tantangan dan peluang pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era kontemporer. Dari asesmen awal yang menjadi fondasi pembelajaran berdiferensiasi, inovasi metode yang menyalakan minat belajar, integrasi AI yang bijak dan kritis, penguatan karakter sebagai jantung PAI, hingga model Talking Stick yang terbukti efektif semuanya bermuara pada satu keyakinan yang sama: bahwa pembelajaran PAI yang berkualitas adalah hak setiap peserta didik, dan mewujudkannya adalah amanah setiap pendidik.
Benang merah yang menghubungkan kelima bab ini adalah komitmen terhadap evidence-based practice yakni pengambilan keputusan pedagogis yang berlandaskan data dan temuan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, bukan sekadar intuisi atau kebiasaan. Di sinilah letak urgensi bunga rampai ini: ia mengundang para guru PAI untuk tidak sekadar mengajar dengan cara yang sudah akrab, tetapi untuk terus mempertanyakan, meneliti, dan menyempurnakan praktik pedagogi mereka.
Pada saat yang sama, kelima tulisan ini juga mengingatkan bahwa dalam pembelajaran PAI, dimensi ruhaniyah tidak boleh terkorbankan oleh determinisme metodologis. Data dan bukti ilmiah adalah petunjuk jalan yang berharga, tetapi kompas sejatinya adalah nilai-nilai Islam yang telah teruji melampaui perubahan zaman: keikhlasan, keteladanan, dan komitmen untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.
Semoga buku ini menjadi bagian kecil namun bermakna dari ikhtiar kolektif kita untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di Indonesia

Buku terkait